Lekompress - Bisnis iklan berkembang beriringan dengan berkembangnya industri. Tidak ada yang tau pasti kapan bisnis ini bermula, bagaimanapun jejaknya berawal dari Yunani kuno dan kemudian berlanjut dengan jejak yang lebih jelas pada tahun 1836 ketika La Presse sebuah surat kabar Prancis menerima iklan. Akan tetapi, selain dari sejarahnya pemikiran dalam iklan lebih kompleks dari yang terlihat.
Bagaimana orang-orang berusaha untuk mengenalkan produk dan membuat orang membelinya. Orang-orang, saya, begitupun anda yang sedang membaca artikel ini merupakan sosok yang memiliki keinginan tiada akhir. Selalu merasa tidak puas, dan selalu ingin lagi dan lagi. fakta inilah yang digunakan untuk mengontrol pikiran konsumen. Permasalahannya adalah konsumen yang mana? jadi inilah pekerjaan untuk para pekerja periklanan untuk mencari tahu dan melakukan penelitian, setelah itu perusahaan mengerahkan marketingnya untuk menjaring konsumen.
Satu hal yang perlu kita ingat adalah tidak setiap hari orang butuh produk kita. akan tetapi, inilah inti dari iklan. iklan sebenarnya tidaklah menjual barang melainkan menjual impian dan harapan. Orang bisa saja menahan nafsunya, tapi, mereka akan terus mengejar mimpi. Sebagian orang bermimpi menjadi artis, jadi bentuk tubuh, wajah tampan, pakaian bagus, adalah jalan menuju impian mereka.
Semua kampanye di seluruh dunia menanamkan mimpi ke dalam kepala setiap orang. siapa yang dapat menjual mimpi maka dialah yang dapat menjaring banyak konsumen. Mimpi dalam studi Psikologi adalah sebuah keinginan yang ditekan dalam alam bawah sadar yang kemudian mengkonstruk pikiran untuk mengejarnya. Imanuel Kant pernah mengatakan, bahwa orang gila adalah orang yang sedang bermimpi di alam kesadarannya. mungkin ini juga yang menjadikan periklanan kompleks bahkan dalam dunia periklanan World Wide Web dimana semua orang dari seluruh dunia bertemu. (PM)
pic source : sempublishing.org

0 comments